BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Wihaji Ungkap Risiko Ekonomi 2045 di Depan 2.000 Mahasiswa UIN SGD

Denny Surya
9 April 2026 - 18:56
Wihaji Ungkap Risiko Ekonomi 2045 di Depan 2.000 Mahasiswa UIN SGD



Bandung, BandungOke – Sebanyak 2.000 mahasiswa mengikuti kuliah umum bertema “Transformasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045” di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, sebagai pembicara utama.

Kuliah umum digelar secara hybrid di Aula Anwar Musaddad dan diikuti mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, penyuluh KB, serta mitra Program Bangga Kencana.

RelatedPosts

PDI-P Jabar Kumpulkan Rp200 Juta, Satwa Bandung Zoo Diselamatkan Seketika!

Polisi Dalami Insiden Ban Truk Kontainer Copot di Pantura Cirebon, Pemotor Luka Parah

Long Weekend Paskah 2026: Jalur Puncak Bogor & Garut Macet Parah, Ini Rekayasa One Way Terbaru & Tips Hindari Kepadatan

Agenda tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kampus dan kementerian.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Fauzan Ali Rasyid, menilai kajian hukum keluarga memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan sosial. Ia menyebut penguatan kebijakan kependudukan relevan dengan pengembangan keilmuan di fakultas tersebut.

Rektor UIN SGD, Rosihon Anwar, menegaskan isu kependudukan berkaitan erat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Menurutnya, aspek keluarga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kehidupan manusia yang berkelanjutan. Ia juga menyatakan kesiapan kampus untuk bersinergi dengan pemerintah.

Dalam paparannya, Wihaji menekankan bahwa pembangunan keluarga menjadi fondasi investasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebut pemerintah memikul tanggung jawab besar terhadap puluhan juta keluarga di Indonesia.

“74.092.313 keluarga Indonesia menjadi tanggung jawab pemerintah harus sejahtera melalui program penguatan kualitas keluarga, pencegahan stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dinamika pernikahan, lansia berdaya, serta layanan keluarga berbasis hukum dan nilai keagamaan,” ujar Wihaji.

Ia juga menyoroti bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal. Tanpa strategi yang tepat, menurut dia, jumlah penduduk usia produktif justru berpotensi menjadi beban ekonomi.

“Bonus demografi harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong inovasi teknologi. Tanpa strategi ini, melimpahnya penduduk usia produktif berisiko memicu pengangguran tinggi dan bencana ekonomi,” kata Wihaji.

Menurut dia, Kemendukbangga turut mendukung delapan program prioritas presiden dengan fokus pada isu strategis pembangunan keluarga dan kependudukan. Tujuannya mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju 2045.

Kuliah umum diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Penandatanganan MoU antara UIN SGD dan Kemendukbangga diharapkan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam pembangunan keluarga berkualitas.***

Editor: Denny Surya
Tags: Bandungbkkbnbonus demografiGATIIndonesia Emas 2045KemendukbanggaKependudukankuliah umumMenteri Wihajipembangunan keluargapendidikan tinggiSDM IndonesiastuntingUIN Sunan Gunung Djati Bandung
Share222Tweet139Share56
ADVERTISEMENT

Trending

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!
Pendidikan

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!

2 jam ago
Viral Keluhan Layanan Bayi, RSHS Bandung Minta Maaf dan Janjikan Perbaikan
Hukrim

Bayi Tertukar di NICU RSHS Bandung? Klarifikasi Dirut Buka Celah Serius Sistem Keselamatan Pasien

10 jam ago
BTN Jakim 2026 Diserbu 40 Ribu Pelari, EJ Sport Pasok Nutrisi
Gaya Hidup

BTN Jakim 2026 Diserbu 40 Ribu Pelari, EJ Sport Pasok Nutrisi

11 jam ago
7 Fakta Permainan Kuno di Borobudur yang Baru Terungkap, Bukan Sekadar Candi
Nasional

7 Fakta Permainan Kuno di Borobudur yang Baru Terungkap, Bukan Sekadar Candi

13 jam ago
1.200 Pelamar Padati Booth KAI, Ini 5 Hal Penting yang Harus Diketahui
Ekbis

1.200 Pelamar Padati Booth KAI, Ini 5 Hal Penting yang Harus Diketahui

15 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!