Bandung, BandungOke — Adopsi kendaraan listrik di Jawa Barat melesat tajam sepanjang setahun terakhir. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mencatat lonjakan transaksi energi kendaraan listrik hingga empat kali lipat pada Maret 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan masyarakat tidak perlu ragu terhadap penggunaan kendaraan listrik yang kini semakin didukung infrastruktur memadai.
“Nah ini mungkin juga teman-teman media bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa tidak perlu khawatir,” ujar Sugeng. Senin 13 April 2026
Data PLN menunjukkan, transaksi energi kendaraan listrik pada Maret 2025 tercatat sebanyak 17.966 transaksi. Angka ini melonjak signifikan menjadi 74.366 transaksi pada Maret 2026.
Sementara itu, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H Setyawan, menambahkan bahwa tren pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Barat sejatinya sudah mulai terlihat sejak beberapa tahun lalu.
“Kalau kita melihat year-on-year ya antara tahun 2025 dan 2026, kenaikannya 4 kali lipat. Yaitu di tahun sebelumnya ada 17.966 transaksi dan di tahun ini bulan Maret menjadi 74.366 transaksi,” kata Krisantus.
Menurut dia, peningkatan tersebut mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan listrik, didorong oleh efisiensi biaya dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Nah ini mungkin yang tadi disampaikan sedikit banyak kaitannya bagaimana kenaikan signifikan penggunaan EV di Jawa Barat. Lalu keuntungan bagi pengguna kendaraan listrik juga bisa kita melihat bahwa ada efisiensi antara dia yang sebelumnya menggunakan BBM dan setelah menggunakan mobil atau motor listrik. Nah ini ada penghematan seperti itu,” ujarnya.
Krisantus menyebut, embrio pengembangan kendaraan listrik bahkan sudah muncul sejak 2015, meskipun adopsi massal baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir seiring munculnya berbagai prototipe dan produk komersial.
“Nah kalau kita melihat pertumbuhan kendaraan EV di Jawa Barat ini juga dari 2021 ya—tapi kalau tadi kita ngobrol sama SMKN ini juga sudah mulai di 2015 ya Pak? 2015, tapi teman-teman mulai membacanya mulai awal ada prototipe itu di 2023 ya kalau enggak salah,” kata Krisantus.
PLN, kata dia, terus memperkuat infrastruktur untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan listrik, termasuk penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Pengembangan kendaraan listrik juga selaras dengan target nasional penurunan emisi karbon sebesar 31–32 persen pada 2030. Target tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Dengan tren pertumbuhan yang agresif dan dukungan regulasi, Jawa Barat dinilai berpotensi menjadi salah satu episentrum pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.***





