BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Kisah Haru Mak Tati: Dari Rumah Nyaris Roboh ke Hunian Terang Bertenaga Surya

Denny Surya
8 April 2026 - 11:26
Kisah Haru Mak Tati: Dari Rumah Nyaris Roboh ke Hunian Terang Bertenaga Surya



Bandung BandungOke – Di sebuah sudut perbukitan Desa Mekarsari, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, kehidupan hampir 20 tahun berjalan dalam gelap bagi Mak Tati. Perempuan berusia hampir 70 tahun itu tinggal di rumah reyot tanpa listrik. Setiap hujan turun, rasa cemas datang lebih dulu dibanding tetesan air dari atap yang bocor.

Kini, keadaan itu berubah. Program pengabdian masyarakat dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merenovasi rumah Mak Tati sekaligus memasang listrik mandiri berbasis tenaga surya. Hunian yang dulu nyaris roboh, kini berdiri lebih kokoh dan terang.

“Dulu kalau hujan Emak suka mengungsi ke rumah tetangga karena pasti bocor di sana sini, suka takut rumah rubuh juga rumah benar-benar gelap, bahkan sampai sekitar 20 tahun tidak ada penerangan listrik,” ujar Mak Tati.

RelatedPosts

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!

Skema Sekolah Rakyat UPI–Kemensos, Jalan Baru untuk 4 Juta Anak Putus Sekolah

Bukan Sekadar Open House, Goethe Laune Bongkar Peluang Karier ke Jerman

Selama dua dekade, aktivitas malam hari hanya ditemani lampu minyak. Gelap bukan sekadar kondisi, tapi menjadi bagian dari keseharian. Bahkan suara hewan liar di sekitar rumah sering membuatnya waswas.

Perubahan datang setelah tim UPI turun langsung. Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyebut kondisi seperti yang dialami Mak Tati masih menjadi persoalan struktural di banyak daerah.

“Masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik, meskipun infrastruktur sudah tersedia. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan biaya untuk instalasi dan pembayaran listrik bulanan,” ujarnya.

Sebagai solusi, UPI memasang sistem listrik tenaga surya lengkap dengan panel dan baterai. Selain itu, rumah Mak Tati dibangun ulang dalam waktu sekitar satu minggu. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong bersama warga.

Ketua pelaksana program, Yaya Sonjaya, menuturkan pendekatan yang digunakan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

“Pembangunan rumah ini kami targetkan selesai dalam satu minggu, dan alhamdulillah dapat tercapai sesuai rencana melalui kerja sama dengan masyarakat setempat,” jelasnya.

Kini, malam tak lagi menakutkan bagi Mak Tati. Lampu listrik sederhana cukup mengubah rasa aman yang selama ini hilang.

Kondisi rumah Mak Tati di Desa Mekarsari, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, sebelum mendapat bantuan dari UPI Bandung.
Kondisi rumah Mak Tati di Desa Mekarsari, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, sebelum mendapat bantuan dari UPI Bandung.

“Biasanya kalau malam, Emak masih suka mendengar suara celeng di sekitar rumah, sekarang kondisinya sudah lebih aman karena ada penerangan,” katanya.

Program ini juga mendapat dukungan alumni UPI, termasuk Asep Haluesna, yang menyumbangkan 10 unit panel surya bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar dampak sosial bisa meluas.

“Program ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat melalui kolaborasi,” ujarnya.

Meski rumah baru dan listrik telah tersedia, Mak Tati masih menyimpan satu harapan sederhana: air bersih.

“Selain listrik, kebutuhan utama warga saat ini adalah air bersih,” ungkapnya.

Renovasi rumah ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ia menghadirkan terang, rasa aman, dan harapan baru. Di balik dinding yang kini berdiri kokoh, ada cerita tentang gotong royong, teknologi sederhana, dan kepedulian yang mengubah hidup.***

Editor: Denny Surya
Tags: bandung baratbantuan sosialbedah rumahDesa Mekarsarienergi terbarukankemiskinan ekstremKisah InspiratifListrik Tenaga SuryaMak Tatipanel suryapengabdian masyarakatRonggarumah tidak layak huniSDGsUPI
Share224Tweet140Share56
ADVERTISEMENT

Trending

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!
Pendidikan

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!

12 jam ago
Viral Keluhan Layanan Bayi, RSHS Bandung Minta Maaf dan Janjikan Perbaikan
Hukrim

Bayi Tertukar di NICU RSHS Bandung? Klarifikasi Dirut Buka Celah Serius Sistem Keselamatan Pasien

20 jam ago
BTN Jakim 2026 Diserbu 40 Ribu Pelari, EJ Sport Pasok Nutrisi
Gaya Hidup

BTN Jakim 2026 Diserbu 40 Ribu Pelari, EJ Sport Pasok Nutrisi

21 jam ago
7 Fakta Permainan Kuno di Borobudur yang Baru Terungkap, Bukan Sekadar Candi
Nasional

7 Fakta Permainan Kuno di Borobudur yang Baru Terungkap, Bukan Sekadar Candi

23 jam ago
1.200 Pelamar Padati Booth KAI, Ini 5 Hal Penting yang Harus Diketahui
Ekbis

1.200 Pelamar Padati Booth KAI, Ini 5 Hal Penting yang Harus Diketahui

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!