Bandung, BandungOke — Universitas Pendidikan Indonesia (Universitas Pendidikan Indonesia) membuka peluang kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam pengembangan program Sekolah Rakyat.
Sebuah skema pendidikan berasrama yang dirancang untuk menjangkau anak-anak yang belum tersentuh layanan pendidikan formal.
Langkah ini muncul di tengah data yang cukup mengkhawatirkan: sekitar empat juta anak di Indonesia belum mengakses pendidikan, sebuah angka yang kembali menyorot kesenjangan struktural dalam sistem pendidikan nasional.
Audiensi antara kedua pihak digelar di Gedung Rektorat UPI Bandung pada Jumat (20/4), dengan membahas desain awal kerja sama mulai dari kurikulum, tenaga pengajar, hingga model penyelenggaraan sekolah berbasis boarding school.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Agus Setiabudi, menilai program ini sebagai “pertemuan antara kebutuhan lapangan dan kapasitas akademik perguruan tinggi”.
Menurutnya, UPI tidak hanya diposisikan sebagai penyusun konsep, tetapi juga sebagai mitra implementasi melalui penguatan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, hingga pendampingan teknis di lapangan.
“Ini seperti gayung bersambut. Kita sedang mencari problem nyata pendidikan, dan Kemensos datang membawa persoalan sekaligus peluang solusi,” ujarnya dikutip dari keterangan persnya, Senin 13 April 2026.
Skema Bertahap: Dari Mahasiswa hingga Rekrutmen Guru
Dalam rencana awal, UPI akan mengirimkan mahasiswa untuk terlibat dalam praktik lapangan sebagai bagian dari implementasi awal Sekolah Rakyat. Tahap ini sekaligus menjadi ruang uji kompetensi calon pendidik muda.
Kemensos juga membuka peluang agar lulusan yang memiliki performa baik dapat direkrut sebagai tenaga pendidik tetap di masa depan.
Selain itu, kerja sama juga mencakup penyusunan roadmap pendidikan jangka panjang, mulai dari model pembelajaran, tata kelola sekolah, hingga skema kemandirian lulusan.
Fokus: Akses Pendidikan dan Mobilitas Sosial
Program Sekolah Rakyat diproyeksikan sebagai intervensi sosial berbasis pendidikan untuk mengurangi kesenjangan akses belajar. Model berasrama dipilih untuk memastikan keberlanjutan pembinaan karakter sekaligus efektivitas pembelajaran bagi kelompok rentan.
UPI menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi lebih difokuskan pada aspek “software pendidikan” — mulai dari desain kurikulum hingga sistem pelatihan guru — sementara aspek pembiayaan tetap menjadi domain pemerintah.***





