BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Longsor Cisarua KBB Tak Sekadar Bencana Alam, ini Penjelasan Guru Besar UPI

Denny Surya
31 Januari 2026 - 15:05
Longsor Cisarua KBB Tak Sekadar Bencana Alam, ini Penjelasan Guru Besar UPI



Bandung, BandungOke – Bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menegaskan rapuhnya pengelolaan ruang di kawasan Bandung Utara.

Longsor ini tak bisa dibaca semata sebagai peristiwa alam, melainkan hasil akumulasi tekanan sosial, ekonomi, dan lemahnya tata ruang.

Guru Besar Geografi Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, M.S., menyebut ancaman bencana memang selalu ada di wilayah pegunungan.

RelatedPosts

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!

Skema Sekolah Rakyat UPI–Kemensos, Jalan Baru untuk 4 Juta Anak Putus Sekolah

Bukan Sekadar Open House, Goethe Laune Bongkar Peluang Karier ke Jerman

Namun, bencana muncul ketika manusia hidup dan beraktivitas di ruang yang tak sesuai daya dukung lingkungan.

“Bencana sudah terjadi ribuan tahun lalu, yang menjadi persoalan hari ini adalah tekanan penduduk yang semakin besar dan keterbatasan akses masyarakat terhadap lahan yang layak untuk digarap,” ujar Prof. Enok dalam keterangan resminya, di kutip Sabtu (31/1)

Tekanan penduduk yang tak diimbangi ketersediaan lahan dan lapangan kerja mendorong masyarakat—khususnya petani kecil—menggarap lereng curam yang rawan longsor.

Banyak warga bukan pemilik lahan, melainkan penggarap yang terpaksa tinggal dekat area berisiko demi menekan biaya hidup.

“Petani gurem dan petani tanpa lahan cenderung tidak punya pilihan. Mereka terdorong untuk bertahan hidup di ruang-ruang yang sebenarnya tidak aman,” jelasnya.

Praktik pertanian hortikultura di lereng curam, termasuk penggunaan plastik penutup tanah, dinilai memperparah kondisi lingkungan karena menghambat resapan air.

“Perilaku ini bukan semata ketidaktahuan, melainkan bentuk keterpaksaan ekonomi,” tegas Prof. Enok.

Guru Besar Geografi Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, M.S.,
Guru Besar Geografi Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, M.S.,

Selain tekanan dari warga lokal, kawasan Cisarua juga menghadapi penyebaran perkotaan (Urban sprawl) dari wilayah perkotaan. Permukiman dan aktivitas ekonomi terus masuk ke kawasan lindung akibat lemahnya pengawasan tata ruang.

“Persoalannya bukan pada aturan, tetapi pada komitmen dan pengawasannya,” ujarnya.

Dalam konteks korban bencana, kelompok miskin menjadi pihak paling rentan karena minim pilihan hidup dan rendahnya literasi kebencanaan.

“Kemiskinan bukan penyebab tunggal, tetapi sistem sosial dan ekonomi yang tidak berpihak membuat masyarakat terus berada dalam kondisi rentan,” kata Prof. Enok.

Ia menekankan pentingnya evaluasi tata ruang, edukasi kebencanaan, serta pelibatan masyarakat. Sebagai alternatif ekonomi, Prof. Enok mendorong pengembangan tanaman berakar kuat dan bernilai ekonomi seperti kopi, alpukat, dan bambu.

“Keberlanjutan ekonomi dan keselamatan lingkungan harus berjalan beriringan,” pungkasnya.***

Tags: bencana ekologisgeografi manusiaKBBlongsor Cisaruatata ruang
Share225Tweet141Share56
ADVERTISEMENT

Trending

Penemuan Kerangka Manusia
Hukrim

Penemuan Kerangka Manusia di Bawah Jembatan Citarum, Polisi Lacak Identitas Korban

7 jam ago
Dewa United vs Persib Bandung
Sepakbola

Dewa United vs Persib Bandung Tanpa Penonton! Bobotoh Jangan Datang ke Stadion, Ini Alasannya

8 jam ago
Ekbis

7 Fakta Nissan Rogue 2027 e-Power yang Siap Guncang Pasar Global

9 jam ago
RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!
Pendidikan

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!

1 hari ago
Viral Keluhan Layanan Bayi, RSHS Bandung Minta Maaf dan Janjikan Perbaikan
Hukrim

Bayi Tertukar di NICU RSHS Bandung? Klarifikasi Dirut Buka Celah Serius Sistem Keselamatan Pasien

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!