Bandung, BandungOke – Pengelolaan keuangan hotel tak lagi cukup berhenti pada efisiensi operasional.
Di tengah persaingan industri yang kian ketat, kemampuan membaca kelayakan investasi menjadi kunci keberlanjutan bisnis.
Hal tersebut mengemuka dalam workshop “A Step-by-Step Guide to Investment Analysis” yang digelar DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jawa Barat di Ibis Bandung Pasteur, Rabu, 25 Februari 2026.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini menghadirkan akademisi dan praktisi keuangan Dr. H. Andre Hernowo.
Di hadapan para General Manager dan pimpinan hotel, ia mengurai kerangka analisis investasi yang aplikatif: mulai dari studi kelayakan proyek, pemetaan risiko, perhitungan return on investment (ROI), hingga strategi ekspansi outlet baru.
Ketua IHGMA DPD Jawa Barat, Nor Syahlevie, menegaskan tantangan kepemimpinan hotel kini semakin kompleks.
“Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, General Manager tidak hanya dituntut unggul dalam operasional, tetapi juga memiliki kompetensi analitis dalam membaca peluang investasi dan menjaga keberlanjutan bisnis hotel,” ujarnya di kutip Jum’at (27/2/2026)
Workshop ini dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dr. Iendra Sofyan.
Forum bersifat terbatas; anggota mengikuti secara complimentary, sementara non-anggota dikenakan kontribusi.
Secara nasional, IHGMA menaungi lebih dari 1.300 GM dan hotel leaders.
Humas DPP IHGMA, Ika Florentina, menegaskan penguatan literasi investasi menjadi agenda strategis organisasi.
“IHGMA saat ini menaungi lebih dari 1.300 GM dan Hotel Leaders di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen menghadirkan program pengembangan yang relevan dan berdampak, agar para anggota tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga kuat dalam pengambilan keputusan investasi dan strategi bisnis. Workshop ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujarnya.
Forum ini menegaskan di industri hotel, kalkulasi yang cermat kini sama pentingnya dengan pelayanan prima.***






