Bandung, BandungOke – Kolaborasi lintas kementerian dan industri strategis nasional menguat untuk mempercepat solusi pengolahan sampah berbasis teknologi bernilai ekonomi tinggi.
Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) digelar di auditorium PT Pindad di Bandung, Jumat (3/4/2026), dengan fokus pada pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu, termasuk teknologi waste to energy dan pengurangan beban tempat pembuangan akhir.
Rakortas tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, jajaran Danantara Indonesia, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa.
Salah satu perhatian utama adalah penanganan sampah di TPST Bantargebang yang selama ini menjadi pusat pembuangan sampah terbesar di Indonesia.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan bahwa solusi pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk penghentian arus sampah dan percepatan pengurangan volume timbunan.
“Penyelesaian pengelolaan sampah Bantargebang perlu dilakukan dari hulu dan hilir. Hulu penghentian arus pasokan sampah, hilirnya percepatan pengurangan gunungan sampah dan penghijauan. Kunci masalah sampah ini yaitu tata kelola dan lahan,” ujar Brian Yuliarto. Dikutip dari keterangan persnya, Jum’at 3 April 2026.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai kolaborasi ini membuka peluang penerapan teknologi pengolahan sampah secara desentralisasi hingga tingkat daerah bahkan desa.
“Terimakasih atas paparan detail yang disampaikan, permasalahan sampah Bantargebang bisa terselesaikan dengan catatan desentralisasi sudah berjalan. Sistemnya yang perlu dibangun, TPS3A yang sudah ada nanti akan bertransformasi. Dengan adanya berbagai opsi teknologi pengolahan sampah, semoga ini bisa terlaksana dan diterapkan hingga ke skala desa,” ujar Hanif Faisol Nurofiq.
Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa memaparkan berbagai teknologi pengolahan sampah modern yang dapat diimplementasikan bertahap, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
Teknologi tersebut juga berpotensi mengubah sampah menjadi energi alternatif yang bernilai ekonomi.
“Arahan Presiden untuk melakukan desentralisasi sampah, nanti akan coba diselesaikan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Untuk Pilot project pertama di DKI jakarta dan Bandung, begitu selesai akan dilaksanakan di daerah. Untuk teknologi waste management terdapat Hydrothermal Carbonization (HTC), autothermix, teknologi plasma asisted oxidation, dan Smokeless Incinerator Stungta Pindad untuk mobile,” ujar Sigit P. Santosa.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, rombongan meninjau langsung proses pengolahan sampah menggunakan teknologi autothermix di Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
Peninjauan dilakukan menggunakan kendaraan taktis Maung MV3 produksi PT Pindad.
Langkah ini dinilai strategis karena pengolahan sampah berbasis teknologi tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang investasi sektor energi terbarukan, pengolahan limbah industri, serta pengembangan proyek waste to energy yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kolaborasi pemerintah, industri, dan teknologi ini diharapkan menjadi model nasional dalam transformasi pengelolaan sampah modern.***





