Bandung, BandungOke –Evakuasi rangkaian kereta yang anjlok di lintas Stasiun Bumiayu tuntas. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan dua jalur rel kini dapat dilalui kembali, meski dengan pembatasan kecepatan sebagai bagian dari tahap pemulihan operasional.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan fokus utama perusahaan adalah memastikan keselamatan perjalanan setelah proses evakuasi selesai.
“Fokus utama kami adalah memastikan seluruh jalur dapat dilalui dengan aman sehingga perjalanan kereta api kembali berjalan normal. Petugas dari unit jalan rel dan jembatan telah melakukan penguatan konstruksi rel pasca evakuasi untuk menjamin keselamatan perjalanan,” ujar Anne dalam keterangan persnya, Rabu 8 April 2026.
Evakuasi KA Bangunkarta dilakukan sejak Senin hingga Selasa dini hari dengan dukungan personel TNI, Polri, serta unsur kewilayahan. Setelah rel dinyatakan aman, KAI mulai membuka jalur secara bertahap.
5 Fakta Jalur KA Bumiayu Dibuka dengan Pembatasan Kecepatan
– Evakuasi rampung dini hari
– Seluruh rangkaian KA Bangunkarta berhasil dievakuasi pada Selasa (7/4) dini hari.
– Dua jalur sudah bisa dilalui
Jalur hulu dan hilir kembali dibuka, namun kecepatan kereta masih dibatasi.
Kereta barang jadi yang pertama melintas
KA 2718 (Karacibon Service) menjadi kereta pertama yang melintas jalur hulu.
Jalur hilir dibuka setelahnya
– Kereta pertama di jalur hilir melintas pukul 05.44 WIB setelah pengecekan keamanan.
– Mobilisasi penumpang pakai 10 bus bantuan
– KAI menyediakan bus untuk memastikan pelanggan tetap sampai tujuan.
KAI juga memastikan pemenuhan hak pelanggan tetap menjadi prioritas selama masa pemulihan. Petugas disiagakan di stasiun terdampak untuk memberikan informasi dan layanan service recovery.
“Kami sangat mengapresiasi kesabaran dan pengertian para pelanggan. KAI akan terus memperkuat pengawasan operasional guna menjaga standar keselamatan perjalanan kereta api,” kata Anne.
KAI juga membuka layanan informasi real-time melalui Contact Center 121 dan WhatsApp resmi KAI.***





