Bandung BandungOke – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah mencapai Rp1,65 triliun hingga Februari 2026. BSI Salurkan KUR Syariah tersebut telah menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku usaha di seluruh Indonesia dan menjadi sinyal kuat penguatan sektor UMKM nasional.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menegaskan, BSI Salurkan KUR Syariah dilakukan secara selektif agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.
“Penyaluran pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan analisis makroekonomi serta tren kualitas pembiayaan, guna memastikan portofolio tetap sehat dan berkelanjutan,” kata Kemas dalam keterangannya di Jakarta.
Berikut 7 fakta penting penyaluran KUR syariah BSI yang berdampak langsung ke UMKM:
1. Penyaluran Tembus Rp1,65 Triliun
Hingga Februari 2026, BSI telah menyalurkan KUR syariah sebesar Rp1,65 triliun atau setara 11,1 persen dari total kuota tahun ini. Angka ini menunjukkan akselerasi pembiayaan sejak awal tahun.
2. Lebih dari 11 Ribu UMKM Terjangkau
Program KUR syariah tersebut telah menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku usaha, mayoritas bergerak di sektor produktif.
3. Fokus pada Sektor Produktif Halal
Penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan. Sektor ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi sepanjang 2026.
4. Dominasi Sektor Produksi 65 Persen
Sebesar 65 persen pembiayaan dialokasikan ke sektor produksi, sementara 35 persen lainnya ke sektor non-produksi sesuai kebijakan pemerintah.
5. Dorong Daya Beli dan Ekonomi Nasional
BSI menilai KUR syariah menjadi instrumen penting untuk memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
“Kami melihat ekosistem UMKM terus menguat, didorong oleh program seperti KUR Syariah, pengembangan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG, serta pembiayaan mikro dan SME. Selain itu, tren positif sektor halal di awal tahun juga menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan ke depan,” ujar Kemas.
6. Pembiayaan BSI Tumbuh 14,32 Persen
Secara keseluruhan, total pembiayaan BSI mencapai Rp323 triliun atau tumbuh 14,32 persen secara tahunan. Segmen konsumer, khususnya bisnis emas, menjadi kontributor utama.
7. UMKM Jadi Target Penguatan Ekosistem
BSI juga memperkuat pendampingan UMKM melalui pelatihan usaha, business matching, layanan BSI UMKM Center, serta pendampingan sertifikasi halal. Strategi ini diharapkan membuat UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
Ke depan, BSI menyatakan akan terus mendukung program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui optimalisasi pembiayaan ritel dan UMKM.***





