BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Harga LPG 12 Kg Resmi Naik, Beban Rumah Tangga Ikut Terkerek

Abdul Hadi
21 April 2026 - 09:22
Harga LPG 12 Kg Resmi Naik, Beban Rumah Tangga Ikut Terkerek



Bandung, BandungOke – Kenaikan harga energi kembali menghantam pengeluaran masyarakat.

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi 12 kilogram dari sebelumnya Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung, atau melonjak 18,75 persen.

Kenaikan ini mulai berlaku sejak 18 April 2026, dan menjadi penyesuaian harga pertama sejak 2023. Untuk jutaan rumah tangga kelas menengah, lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa tekanan ekonomi perlahan mulai masuk ke dapur rumah.

RelatedPosts

Gogosan Cibeber–Lampegan Pulih, KA Siliwangi Kembali Mengalir

Dana TJSL KAI Daop 2 Tembus Rp1,1 Miliar, Ini Sasarannya

Kegiatan Eksklusif di Bali Picu Pertanyaan, Di Tengah Antrean BBM

Wilayah yang mengalami penyesuaian harga meliputi Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, sementara daerah lain mengikuti biaya distribusi masing-masing.

Tak hanya LPG 12 kg, harga LPG 5,5 kilogram juga ikut terkerek dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung, atau naik hampir 19 persen.

5 Efek Domino Kenaikan Harga LPG yang Mulai Terasa

Kenaikan harga gas elpiji ini berpotensi memicu efek berantai yang lebih luas terhadap ekonomi rumah tangga.

1. Pengeluaran Bulanan Makin Berat

Keluarga pengguna LPG nonsubsidi kini harus mengalokasikan dana lebih besar hanya untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

2. Usaha Kuliner Ikut Tertekan

Warung makan, katering rumahan, hingga UMKM kuliner menjadi kelompok pertama yang merasakan tekanan.

3. Harga Makanan Bisa Naik

Biaya produksi yang meningkat berpotensi diteruskan ke harga jual makanan.

4. Inflasi Rumah Tangga Mengintai

Kenaikan energi sering menjadi pemicu kenaikan harga barang lain secara bertahap.

5. Daya Beli Kelas Menengah Menurun

Ketika kebutuhan pokok naik, belanja sektor lain biasanya ikut terpangkas.

Konflik Global Jadi Pemicu Utama

Pemerintah menilai lonjakan harga energi kali ini tidak terlepas dari gejolak global yang terus memanas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan:

“Kenaikan harga minyak mentah global dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.” dalam keterangan resminya. Selasa 21 April 2026

Menurutnya, gangguan distribusi energi dunia ikut memperburuk kondisi pasar.

“Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur distribusi energi global termasuk penghentian pelayaran melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.” ujarnya.

Ketegangan geopolitik itu membuat harga minyak global melonjak dan berdampak langsung pada biaya impor energi nasional.

Pertamina Ungkap Alasan Penyesuaian Harga

Sebelumnya, Pertamina menegaskan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi pasar internasional.

Harga LPG domestik memang sangat dipengaruhi oleh:

– harga minyak mentah dunia

– nilai tukar rupiah

– biaya distribusi

– kondisi geopolitik global

Ketika seluruh faktor itu bergerak naik, harga energi dalam negeri ikut terdorong.

Kabar Baiknya: LPG 3 Kg Tidak Ikut Naik

Di tengah lonjakan harga LPG nonsubsidi, pemerintah memastikan LPG subsidi 3 kilogram tetap aman dan belum mengalami perubahan harga.

Kepastian ini penting agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak ikut terdampak langsung oleh gejolak energi global.

Sinyal Keras untuk Ekonomi Rumah Tangga

Lonjakan harga LPG 12 kilogram menjadi pengingat bahwa gejolak dunia kini bisa langsung terasa di meja makan masyarakat.

Ketika harga energi melonjak, dampaknya bukan hanya pada tagihan gas, tetapi juga bisa menjalar ke:

– harga makanan

– biaya transportasi

– pengeluaran usaha kecil

– daya beli masyarakat

Bagi banyak keluarga, kenaikan ini menjadi sinyal bahwa menjaga pengeluaran kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.***

Editor: Denny Surya
Share221Tweet138Share55
ADVERTISEMENT

Trending

Proses pemeriksaan berkas yang wajib dibawa peserta untuk bisa ikut Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Foto : Humas ISBI Bandung
Pendidikan

ISBI Bandung Fasilitasi 8.247 Peserta UTBK-SNBT 2026, Kehadiran 98,7 Persen di Hari Pertama

8 menit ago
AKI Jabar Masih Tinggi, Seberapa Efektif Kebijakan KB Pascapersalinan?
Jawa Barat

AKI Jabar Masih Tinggi, Seberapa Efektif Kebijakan KB Pascapersalinan?

4 jam ago
Hari Pertama UTBK di UPI Nyaris Tanpa Gangguan, 82 Peserta Absen
Pendidikan

Hari Pertama UTBK di UPI Nyaris Tanpa Gangguan, 82 Peserta Absen

9 jam ago
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriani, menegaskan emansipasi perempuan tidak dapat dilepaskan dari isu pendidikan politik.
Kota Bandung

Di Balik Suara Nina Fitriani, Ada Semangat Kartini yang Terus Hidup

22 jam ago
Lintas Jawa Tanpa Pindah, Sangkuriang Jadi Jalur Baru Pergerakan Ekonomi
Nasional

Lintas Jawa Tanpa Pindah, Sangkuriang Jadi Jalur Baru Pergerakan Ekonomi

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!