Bandung, BandungOke — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali menjadi pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026.
Ujian berlangsung selama 10 hari, 21–30 April, dengan dua sesi setiap harinya.
Dalam release yang diterima redaksi BandungOke dari Humas ISBI Bandung, jumlah peserta tahun ini mencapai 8.247 orang, meningkat dari 6.603 peserta pada tahun sebelumnya.
Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, ISBI Bandung menyiapkan 18 ruang ujian yang tersebar di dua lokasi, yakni kampus ISBI dan Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai mitra.
“Pelaksanaan ujian berlangsung selama 10 hari (21–30 April 2026) dengan dua sesi setiap harinya, menghadirkan layanan ujian yang terintegrasi, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta,” Selasa 22 April 2026.
Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang ujian berpendingin udara, ruang transit, musala, perangkat komputer, serta jaringan internet yang stabil.
Pengawasan dilakukan ketat melalui sistem CCTV dan tiga tahap pemeriksaan sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Pada hari pertama pelaksanaan, panitia mencatat proses berjalan tanpa gangguan berarti. Tingkat kehadiran peserta mencapai hampir sempurna.
“Secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK hari pertama di ISBI Bandung berjalan dengan lancar. Tidak terjadi kendala yang berarti. Semua peserta yang hadir memenuhi syarat untuk mengikuti ujian. Tidak ditemukan kecurangan. Peserta disabilitas yang memerlukan penanganan khusus juga, alhamdulillah, dapat mengikuti ujian dengan lancar. Tingkat kehadiran peserta di hari pertama mencapai 98,7 persen,” ujar panitia pusat UTBK ISBI Bandung.
Untuk menjamin kelancaran, ISBI Bandung bekerja sama dengan PLN ULP Prima Priangan UP3 Bandung dalam menjaga stabilitas pasokan listrik. Dari sisi keamanan, koordinasi dilakukan dengan Kepolisian Sektor Bojongloa Kidul dan Polsek Lengkong.
Layanan kesehatan juga disiagakan dengan kehadiran tenaga medis dan ambulans di lokasi ujian. Peserta diminta segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan sebelum atau selama ujian berlangsung.
Aspek inklusivitas turut menjadi perhatian. ISBI Bandung menerima 20 peserta disabilitas tahun ini, dengan fasilitas khusus agar mereka dapat mengikuti ujian secara setara.
“ISBI Bandung juga menerima 20 peserta disabilitas. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi panitia dalam menyediakan layanan yang aksesibel dan ramah disabilitas,” kata panitia.
Melalui pelaksanaan ini, ISBI Bandung menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi negeri yang tidak hanya unggul di bidang seni dan budaya, tetapi juga adaptif dalam mendukung sistem seleksi pendidikan nasional yang inklusif dan berintegritas.***





