Bandung, BandungOke — Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa, 21 April 2026, berlangsung relatif mulus. Dari total 3.160 peserta terdaftar, sebanyak 3.078 hadir mengikuti ujian, sementara 82 peserta tercatat absen tanpa keterangan.
Ujian digelar dalam dua sesi. Sesi pagi dimulai pukul 07.15 WIB, setelah peserta hadir sejak 06.30 WIB, dan berakhir pukul 10.30 WIB. Sesi kedua berlangsung pukul 13.00 hingga 16.15 WIB. Pelaksanaan tersebar di 13 gedung kampus, termasuk Direktorat Sistem Teknologi Informasi (DSTI), perpustakaan, serta sejumlah fakultas.
UPI menyiapkan 3.169 unit komputer yang tersebar di enam kampus, termasuk kampus daerah. Total peserta UTBK di lingkungan UPI tahun ini mencapai sekitar 19.400 orang, relatif stabil dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, mengatakan indikator kelancaran pelaksanaan terlihat dari minimnya gangguan teknis dan ketepatan waktu pelaksanaan ujian. “Kami menerapkan sistem penyaringan ganda sebelum peserta masuk ruang ujian, didukung oleh 275 pengawas serta jaringan yang stabil,” ujar Vidi.
Pengawasan dilakukan berlapis, termasuk penggunaan detektor logam untuk mencegah potensi kecurangan berbasis perangkat elektronik. Langkah ini menjadi respons atas semakin beragamnya modus pelanggaran dalam ujian berbasis komputer.
Di sisi lain, UPI juga mengakomodasi peserta berkebutuhan khusus. Dari total 15 peserta disabilitas yang terdaftar, empat orang mengikuti ujian pada hari pertama dengan pendampingan petugas terlatih. Fasilitas ini mencakup peserta tunanetra, low vision, dan tunadaksa.
“Ini bagian dari komitmen kami memastikan akses pendidikan yang setara,” kata Vidi. Ia menambahkan, ke depan UPI akan memperkuat pengawasan berbasis teknologi sekaligus meningkatkan layanan inklusif.
Kelancaran hari pertama UTBK di UPI juga ditopang dukungan berbagai pihak, mulai dari pasokan listrik oleh PLN, pengamanan oleh TNI-Polri, hingga kestabilan jaringan internet oleh Telkom Indonesia. Ujian dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 dengan dua sesi per hari, kecuali Jumat yang hanya satu sesi.***





