BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Anggaran KIP Naik, UPI Perluas Akses dan Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi

Denny Surya
25 Februari 2026 - 13:50



Bandung, BandungOke — Pemerintah menaikkan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi Rp15,32 triliun pada 2026, dengan sasaran lebih dari 1,04 juta mahasiswa.

Kenaikan ini signifikan dibanding Rp6,5 triliun pada 2020 dan Rp14,9 triliun pada 2025.

Kebijakan tersebut ditegaskan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai langkah memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

RelatedPosts

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!

Skema Sekolah Rakyat UPI–Kemensos, Jalan Baru untuk 4 Juta Anak Putus Sekolah

Bukan Sekadar Open House, Goethe Laune Bongkar Peluang Karier ke Jerman

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut program ini sebagai instrumen strategis pemerataan kesempatan belajar.

“KIP Kuliah adalah jembatan harapan bagi siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kami memastikan bantuan biaya hidup merupakan hak penuh mahasiswa dan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Distribusi KIP Kuliah kini berbasis data sosial ekonomi nasional. Prioritas diberikan kepada pemegang KIP SMA atau yang tercatat dalam DTSEN desil 1–4 yang lolos melalui jalur SNBP dan SNBT.

Pemerintah menegaskan perubahan jumlah penerima di sejumlah kampus bukan pengurangan anggaran nasional, melainkan konsekuensi sistem seleksi berbasis data.

Di tingkat perguruan tinggi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan komitmen memperkuat implementasi kebijakan tersebut.

Selain memastikan pembebasan biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup sesuai ketentuan, UPI meningkatkan kualitas layanan akademik dan pembinaan mahasiswa penerima KIP.

Kampus ini memperkuat pendampingan akademik agar mahasiswa lulus tepat waktu, pembinaan karakter dan kepemimpinan, pengembangan soft skills, serta fasilitasi kegiatan kemahasiswaan dan prestasi.

Mekanisme verifikasi dan validasi penerima juga disesuaikan dengan kebijakan berbasis DTSEN untuk memastikan ketepatan sasaran.

Mahasiswa KIP di UPI tersebar di berbagai fakultas—pendidikan, sains, teknologi, sosial-humaniora, seni, hingga olahraga. Kehadiran mereka menjadi bagian dari strategi UPI membangun pendidikan tinggi yang inklusif sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.

Peningkatan anggaran nasional dan penguatan layanan kampus dinilai menjadi kombinasi penting dalam menjaga akses sekaligus mutu pendidikan tinggi di Indonesia.***

Tags: Anggaran Pendidikan Tinggiaset pendidikanBrian YuliartoDTSENKemdiktisaintekKIP Kuliah 2026Mahasiswa Kurang MampuSNBPSNBTUPI
Share224Tweet140Share56
ADVERTISEMENT

Trending

Penemuan Kerangka Manusia
Hukrim

Penemuan Kerangka Manusia di Bawah Jembatan Citarum, Polisi Lacak Identitas Korban

5 jam ago
Dewa United vs Persib Bandung
Sepakbola

Dewa United vs Persib Bandung Tanpa Penonton! Bobotoh Jangan Datang ke Stadion, Ini Alasannya

6 jam ago
RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!
Pendidikan

RUU Satu Data Disorot, Guru Besar Tel-U Tegaskan Data Kini Aset Strategis Negara!

22 jam ago
Viral Keluhan Layanan Bayi, RSHS Bandung Minta Maaf dan Janjikan Perbaikan
Hukrim

Bayi Tertukar di NICU RSHS Bandung? Klarifikasi Dirut Buka Celah Serius Sistem Keselamatan Pasien

1 hari ago
BTN Jakim 2026 Diserbu 40 Ribu Pelari, EJ Sport Pasok Nutrisi
Gaya Hidup

BTN Jakim 2026 Diserbu 40 Ribu Pelari, EJ Sport Pasok Nutrisi

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!