Bandung, BandungOke – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kota Bandung bersiap menggelar Silaturahim dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pada 15 April 2026 di Pendopo Kota Bandung. Agenda ini tidak sekadar konsolidasi organisasi, tetapi juga upaya menyatukan kekuatan intelektual, literasi Al-Qur’an, dan arah pembangunan Kota Bandung ke depan.
Ketua ICMI Orda Kota Bandung, Tatang Muchtar, menegaskan kegiatan tersebut mengusung tema penguatan jaringan intelektual sekaligus pengembangan literasi keislaman sebagai basis pembangunan kota. Menurutnya, Rakorda ini dirancang untuk mempertemukan gagasan akademisi, profesional, ulama, dan pemangku kebijakan dalam satu ruang dialog strategis.
“Menguatkan Silaturahim Intelektual, Membumikan Literasi Al-Qur’an, kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang pertemuan organisasi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi gagasan dan penguatan komitmen bersama dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Tatang dalam keterangan persnya, Sabtu 11 April 2026.
Rakorda ini juga dijadwalkan dibuka Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Kehadiran kepala daerah dinilai penting untuk menjembatani pemikiran para cendekiawan dengan arah kebijakan publik kota. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pembangunan Bandung yang tidak hanya berbasis inovasi dan teknologi, tetapi juga nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.
ICMI Orda Kota Bandung menempatkan diri sebagai laboratorium pemikiran strategis bagi kota kreatif tersebut. Organisasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret atas persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga kebudayaan yang dihadapi masyarakat perkotaan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Musrawi, menekankan bahwa Rakorda bukan seremoni organisasi semata, melainkan ruang membangun kesadaran kolektif. “Silaturahim ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi merupakan medium strategis untuk membangun kesadaran kolektif dan komitmen bersama dalam menjawab tantangan umat dan bangsa,” katanya.
Selain diskusi kebangsaan dan konsolidasi program, kegiatan ini dirangkaikan dengan pelatihan bertajuk “Rahasia 90 Menit Bisa Baca Al-Qur’an dari Nol”. Program tersebut digelar bekerja sama dengan DEMAJI pimpinan Abu Rabani sebagai bentuk pengabdian intelektual sekaligus spiritual kepada masyarakat.
Pelatihan ini menggunakan pendekatan fonetik dan metode praktis membaca Al-Qur’an secara terstruktur selama 90 menit. Targetnya, peserta yang belum bisa membaca Al-Qur’an memperoleh pengalaman belajar cepat sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memahami kitab suci.
Kegiatan Rakorda ICMI Kota Bandung ini juga dikaitkan dengan visi pembangunan daerah, yakni Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis). Melalui sinergi intelektual dan spiritual, ICMI berharap kontribusi pemikiran dapat langsung terhubung dengan arah kebijakan pembangunan kota yang berkeadaban.
Momentum ini dinilai penting di tengah dinamika Kota Bandung sebagai pusat kreativitas nasional. Kolaborasi antara cendekiawan Muslim dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan yang tidak hanya progresif, tetapi juga berakar pada nilai moral dan sosial masyarakat.***





