BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Ancaman Baru untuk Pasokan Energi RI

Abdul Hadi
21 April 2026 - 12:46
2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Ancaman Baru untuk Pasokan Energi RI



Jakarta, BandungOke – Ketegangan geopolitik global kini tak lagi sekadar headline luar negeri. Dampaknya mulai terasa langsung ke rantai pasok energi Indonesia.

Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS)—Pertamina Pride dan Gamsunoro—hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling strategis di dunia.

Situasi ini bukan sekadar gangguan teknis. Ia menjadi penanda bahwa risiko distribusi energi global mulai masuk ke fase nyata.

RelatedPosts

Lintas Jawa Tanpa Pindah, Sangkuriang Jadi Jalur Baru Pergerakan Ekonomi

7 Fakta Permainan Kuno di Borobudur yang Baru Terungkap, Bukan Sekadar Candi

Menuju Indonesia 2045, Wihaji Tekankan Peran Keluarga Cegah Aging Population

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan:

“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz.”

Selat Hormuz: Titik Sempit yang Menentukan Energi Dunia

Selat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintas di perairan ini.

Ketika jalur ini terganggu, dampaknya cepat menjalar:

distribusi energi tersendat

biaya logistik melonjak

harga minyak terdorong naik

tekanan ke negara importir meningkat

Bagi Indonesia, yang masih bergantung pada impor energi, situasi ini adalah alarm serius.

Pertamina Pilih Menahan Risiko

Di tengah ketidakpastian, Pertamina memilih langkah konservatif: menahan pergerakan kapal demi keselamatan.

Vega menegaskan:

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman.”

Ia menambahkan:

“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya.”

Langkah ini menunjukkan bahwa risiko di lapangan bukan sekadar administratif, melainkan menyangkut keamanan langsung.

Bayang-Bayang Konflik di Balik Jalur Energi

Ketegangan di Selat Hormuz tak lepas dari eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan menyatakan jalur tersebut kini berada dalam pengawasan ketat militer.

Pernyataan ini mempertegas bahwa jalur energi global kini berada dalam situasi penuh ketidakpastian—di mana keputusan politik bisa langsung mengubah arus distribusi.

6 Dampak yang Mengintai Indonesia

Tertahannya kapal tanker bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Ia berpotensi memicu efek berantai:

1. Risiko Gangguan Pasokan Energi

Jika situasi berlarut, suplai energi ke dalam negeri bisa terdampak.

2. Biaya Impor Membengkak

Rute alternatif lebih panjang dan mahal.

3. Harga BBM dan LPG Tertekan Naik

Efek global bisa merembes ke harga domestik.

4. Tekanan ke APBN

Subsidi energi berpotensi meningkat.

5. Inflasi Energi

Kenaikan biaya distribusi bisa mendorong inflasi.

6. Ketidakpastian Pasar

Pelaku usaha menghadapi risiko biaya yang sulit diprediksi.

Menunggu Celah di Tengah Ketegangan

Pertamina berharap situasi segera mereda agar kapal bisa melanjutkan perjalanan.

“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” kata Vega.

Namun hingga kini, ketidakpastian masih menjadi faktor dominan.

Ketika Geopolitik Menyentuh Tangki Energi Nasional

Peristiwa ini menunjukkan satu hal yang semakin jelas: energi bukan lagi sekadar komoditas ekonomi, melainkan instrumen geopolitik.

Ketika jalur seperti Selat Hormuz terganggu, dampaknya tidak berhenti di laut. Ia merambat ke harga energi, daya beli, hingga stabilitas ekonomi domestik.

Dan kali ini, Indonesia tidak berada di luar pusaran itu.

Share220Tweet138Share55
ADVERTISEMENT

Trending

Proses pemeriksaan berkas yang wajib dibawa peserta untuk bisa ikut Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Foto : Humas ISBI Bandung
Pendidikan

ISBI Bandung Fasilitasi 8.247 Peserta UTBK-SNBT 2026, Kehadiran 98,7 Persen di Hari Pertama

8 menit ago
AKI Jabar Masih Tinggi, Seberapa Efektif Kebijakan KB Pascapersalinan?
Jawa Barat

AKI Jabar Masih Tinggi, Seberapa Efektif Kebijakan KB Pascapersalinan?

4 jam ago
Hari Pertama UTBK di UPI Nyaris Tanpa Gangguan, 82 Peserta Absen
Pendidikan

Hari Pertama UTBK di UPI Nyaris Tanpa Gangguan, 82 Peserta Absen

9 jam ago
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriani, menegaskan emansipasi perempuan tidak dapat dilepaskan dari isu pendidikan politik.
Kota Bandung

Di Balik Suara Nina Fitriani, Ada Semangat Kartini yang Terus Hidup

22 jam ago
Lintas Jawa Tanpa Pindah, Sangkuriang Jadi Jalur Baru Pergerakan Ekonomi
Nasional

Lintas Jawa Tanpa Pindah, Sangkuriang Jadi Jalur Baru Pergerakan Ekonomi

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!