BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

MinyaKita Rp21 Ribu, Retaknya Janji Harga Stabil di Pasar Bandung

Abdul Hadi
20 April 2026 - 11:56
MinyaKita Rp21 Ribu,  Retaknya Janji Harga Stabil di Pasar Bandung



Bandung, BandungOke — Harga minyak goreng rakyat kembali menjadi cermin rapuhnya stabilitas pangan di daerah. Di Kota Bandung, MinyaKita yang semestinya menjadi penyangga harga justru melambung hingga menyentuh Rp21.000 per liter di sejumlah titik pasar.

Temuan itu terungkap dalam pemantauan Pemerintah Kota Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pasar Sederhana, Senin, 20 April 2025. Harga yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter menandai adanya jarak serius antara kebijakan distribusi dan realitas lapangan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui adanya dualisme sistem distribusi MinyaKita yang dinilai berkontribusi pada disparitas harga.

RelatedPosts

PTDI Tampil Beda di DSA 2026, Kunci Pasar Malaysia

3 Harga BBM Pertamina Naik Tajam Hari Ini, Turbo Tembus Rp19.400

7 Fakta Nissan Rogue 2027 e-Power yang Siap Guncang Pasar Global

“Distribusi yang melalui Bulog tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter dan tersedia di mitra retail resmi yang ditandai dengan poster,” ujarnya.

Namun di luar jalur tersebut, harga bergerak bebas mengikuti mekanisme pasar. Situasi ini menciptakan ketimpangan akses antara konsumen yang terhubung dengan jaringan Bulog dan mereka yang bergantung pada pasar terbuka.

“Kami melihat di lapangan, harga bisa bervariasi antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter karena mengikuti mekanisme pasar,” kata Farhan.

Secara struktural, Pemkot Bandung mencatat hanya sekitar 30 persen distribusi MinyaKita yang dikendalikan melalui Perum Bulog. Sisanya, 70 persen, berada di tangan mekanisme pasar yang rentan fluktuasi.

Kondisi ini membuat intervensi harga menjadi terbatas. Ketika jalur distribusi resmi tidak dominan, pasar bebas dengan cepat mengambil alih penentuan harga—dan konsumen menjadi pihak yang paling terdampak.

Di lapangan, persoalan tidak berhenti pada angka. Pedagang kecil mengeluhkan sulitnya menjadi mitra Bulog. Persyaratan administrasi dan kewajiban pembayaran purchase order (PO) secara tunai disebut menjadi hambatan utama.

Situasi ini memperlihatkan bahwa kebijakan stabilisasi harga belum sepenuhnya inklusif bagi pelaku usaha kecil. Alih-alih memperluas jaringan distribusi murah, sistem justru berpotensi membatasi partisipasi pedagang kecil.

Pemkot Bandung menyatakan akan melakukan intervensi administratif untuk memperluas akses pedagang menjadi mitra Bulog. Namun persoalan utama tetap berada pada desain distribusi yang terbelah antara negara dan pasar.

Di sisi lain, pengawasan dilakukan melalui Satgas Pangan, kepolisian, dan TNI untuk mencegah penimbunan. Wali Kota menegaskan bahwa langkah represif akan diambil jika ditemukan pelanggaran.

“Operasi pengawasan terus dilakukan untuk memastikan suplai berjalan lancar dan tidak ada penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, akan ditindak tegas oleh aparat penegak hukum,” tegasnya.

Data kebutuhan menunjukkan Kota Bandung mengonsumsi sekitar 13.500 karton minyak goreng per minggu. Dari jumlah itu, hanya 4.500 karton yang masuk melalui Bulog.

Ketimpangan ini menegaskan satu hal: instrumen stabilisasi harga masih terlalu kecil dibandingkan besarnya kebutuhan pasar.

Di tengah klaim stabilitas, realitas menunjukkan sebaliknya. Harga MinyaKita yang melonjak menjadi Rp21.000 bukan sekadar angka, tetapi indikator bahwa rantai distribusi pangan nasional masih menyisakan celah struktural yang belum terselesaikan.***

Editor: Denny Surya
Tags: bulogdiskominfo bandungdistribusi panganekonomi daerahForkopimdaharga panganHETinflasiKota Bandungminyak gorengMinyaKitaPasar Tradisionalstabilitas harga
Share221Tweet138Share55
ADVERTISEMENT

Trending

Proses pemeriksaan berkas yang wajib dibawa peserta untuk bisa ikut Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Foto : Humas ISBI Bandung
Pendidikan

ISBI Bandung Fasilitasi 8.247 Peserta UTBK-SNBT 2026, Kehadiran 98,7 Persen di Hari Pertama

29 menit ago
AKI Jabar Masih Tinggi, Seberapa Efektif Kebijakan KB Pascapersalinan?
Jawa Barat

AKI Jabar Masih Tinggi, Seberapa Efektif Kebijakan KB Pascapersalinan?

5 jam ago
Hari Pertama UTBK di UPI Nyaris Tanpa Gangguan, 82 Peserta Absen
Pendidikan

Hari Pertama UTBK di UPI Nyaris Tanpa Gangguan, 82 Peserta Absen

10 jam ago
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriani, menegaskan emansipasi perempuan tidak dapat dilepaskan dari isu pendidikan politik.
Kota Bandung

Di Balik Suara Nina Fitriani, Ada Semangat Kartini yang Terus Hidup

22 jam ago
Lintas Jawa Tanpa Pindah, Sangkuriang Jadi Jalur Baru Pergerakan Ekonomi
Nasional

Lintas Jawa Tanpa Pindah, Sangkuriang Jadi Jalur Baru Pergerakan Ekonomi

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!